Rabu, 12 Maret 2014

BERITA 3_ Tugas Makul Praktek Jurnalistik_ Nama : Florensia Marselli Kidi_ NIM : 110388201036_ Kelas : D4



Allianz, Asuransi Terbaik di Indonesia.
Asuransi dewasa ini tentu sangatlah penting. Ada beberapa macam asuransi, tapi yang paling banyak dipilih ialah asuransi kesehatan, dengan memilih asuransi kesehatan berarti kita telah menjamin segala macam biaya yang berhubungan dengan kesehatan dari biaya rumah sakit, biaya obat, biaya dokter,serta biaya lainnya yang telah disepakati bersama dengan asuransi yang dipilih. Menurut majalah investor Allianz termasuk salah satu asuransi yang terbaik yang ada di Indonesia di tahun 2014 ini. Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981, ini berarti Allianz sudah masuk di Indonesia mulai tahun 1981. PT. Asuransi Allianz Life Indonesia merupakan cabang dari Allianz SE Jerman, yang merupakan salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia. Bergerak pada bidang asuransi jiwa, kesehatan, employee benefit, serta dana pensiun dan saving.
Kini, Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 1.200 karyawan, 15.000 tenaga penjual, jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya di lebi dari 80 kantor di 44 kota untuk melayani lebih dari 2 juta tertanggung di Indonesia.
Allianz merupakan sponsor salah satu stadion sepak bola termodern di dunia yaitu Allianz arena di Munich, sejak 2000 telah aktif berpartisipasi dan bahkan kini juga menjadi mitra global Formula 1, mensponsori klub sepak bola FC Bayern Munchen dan juga kejuaraan Paralympic. Allianz juga menjalin kerjasama global dengan St. Andrews Links untuk mendukung bebagai turnamen golf di dunia.
Di dunia Allianz sudah banyak mendapat penghargaan. Di Indonesia pun juga begitu di tahun 2012 lalu Allianz mendapat penghargaan 2nd Best Life Insurance Company in 2012 dari Association of Indonesia Insurance and Reinsurance Brokers. Ini salah satu penghargaan dari Indonesia yang menjadi salah satu bukti Allianz terbaik di Indonesia. Dan masih banyak segudang perhargaan lainnya seperti dari koran Bisnis Indonesia, dari majalah Fortune and GML Consulting, dan lain-lainnya.
Allianz pun kini sudah hadir di kota Tanjungpinang, dan saya berhasil mewawancarai salah satu nasabah dan juga sebagai agent asuransi Allianz Indonesia di Tanjungpinang yang bernama Petronella Peni. Beliau mengatakan alasan mengapa ia memilih asuransi Allianz karena “pertama, saya butuh perlindungan terhadap diri saya, keluarga saya, dan seluruh aset saya, yang kedua, saya memilih asuransi Allianz karena Allianz mampu memberikan semua itu dan dengan proteksi yang besar, dengan perlindungan terhadap 100 macam kondisi penyakit kritis sampai dengan usia 100 tahun” ungkap ibu rumah tangga yang juga berprofesi sebagai agent asuransi Allianz ini. Selain sebagi ibu rumah tangga beliau juga menjadi agent asuransi Allianz dan beliau mengungkapkan motivasinya menjadi agent Allianz “ saya ingin sukses, tetapi bukan hanya sukses semata yang saya inginkan tetapi dari asuransi Allianz ini saya sangat ingin menolong orang lain untuk mendapatkan perlindungan, dengan biaya murah, proteksi luar biasa, dari sebuah perusahaan ternama, Allianz. Kalau saya berada di suatu perusahaan yang benar maka saya yakin saya akan sukses” ungkapnya tentang Allianz.

tugas buat berita makul Praktek Jurnalistik



NAMA            : Florensia Marselli Kidi
NIM                : 110388201036
KELAS           : D4
Kampung dan Suku Jadi Perhatian Orang Atas
*Kini kampung Panglong dan orang-orang suku laut lebih diperhatikan.
                       
Berbicara mengenai suku yang ada di Indonesia, memeng tidak ada habisnya. Karena begitu banyak suku yang ada di Nusantara ini. Dari puncak gunung hingga sampai turun ke laut pun semua ada, banyak ragam bahasa dan suku. Ada suku pedalaman, ada suku yang sudah biasa kita lihat, kita temui, dan kita dengar di telinga kita.
            Nah, berbicara tentang suku pedalaman, di Kepri ini pun ada suku pedalaman yang sudah mulai berkembang dan bergaul seperti pada umumnya. Mereka ini disebut dengan orang-orang suku laut.Ketika mendengar kata ‘orang suku laut’ mungkin beberapa daripada kita pasti sudah tau kalau orang suku laut adalah orang-orang yang punya ‘ilmu’. Mau ilmu yang baik, yang bisa membantu orang lain,maupun yang gunanya tidak baik.
            Namun di balik itu semua, suku laut ini ternyata punya cerita mengapa mereka disebut-sebut sebagai orang-orang suku laut. Dengan sedikit berbincang-bincang dengan Pak Katon yang juga asli orang suku laut, saya menemukan jawaban dari pertanyaan tadi. Bahwa “ waktu penjajahan itu dulu mau menyelamatkan diri atau mau mempertahankan diri itu kan akhirnya yang posisi itu lari ke hutan akhirnya jadinya orang rimba, jadi juga yang waktu itu posisinya lari turun ke laut jadinya orang suku laut.” Begitu cerita Pak Katon.
Beliau ini jugalah orang yang diundang ke Jakarta untuk bertemu suku-suku pedalaman lainnya. Beliau hanyalah seorang nelayan biasa yang tak punya pendidikan, tapi beliau dipercaya dapat mewakili suara-suara saudara-saudaranya.
            Dengan begitu bangganya beliau menceritakan kisah perjalanannya di Jakarta. “yang pergi itu saya, waktu ke Jambi itu sama Ahmad, tapi yang ke Sulawesi saya sendiri, yang bawa ke Jakarta itu kemaren orang dari Pinang juga, ini apa dari kantor apa itu” nelayan yang juga saudara Pak Boncet ini mulai bingung. “dari Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ya pak?” ucap say coba membatunya. “ha..iya” senyum simpul timbul di wajahnya. Lalu ia melanjutkan lagi ceritanya “ dari Tanjungpinang ke Jakarta kami cuma berdua sama orang Dinas itu, tak kemaren itu kan ditemukan suku, jadi waktu ke Jambi kemaren ketemu orang rimba, dari Jambi saya pulang dulu, baru ke Jakarta ke Sulawesi. Ke Jakarta itu ketemu suku juga, ketemu suku laut juga. Di Jakarta di Sulawesi ditemukan suku lah” ucap Pak Katon panjang lebar.
            Tak hanya ceritanya saja yang penuh semangat, tetapi beliau juga punya semangat yang sama untuk suku-sukunya. Ketika dinya kenapa begitu semangatnya? Pak Katon menjawab singkat namun punya arti dan semangat dari kata-katanya, “ya “ ya kita semakin giat lah , macam makin semangat lah, jadi berari bukan kami orang suku laut aja, di daerah mana-mana dia ada.”
            Pengalamannya yang penuh pengalamn itu pun memakan waktu 8 hari, beliau berada di Jakarta selama 4 hari begitu juga di Sulawesi.”nyampai rumah 9 hari lahsampai rumah, pakai pesawat” ungkap Pak Katon, sepertinya begitu bangga ia sudah pernah merasakan rasanya naik pesawat.
            Di balik semua usaha dan hasil yang telah bersama-sama mereka lakukan yaitu usaha untuk menjadi masyarakat social seperti masyarakat lainnya pun membuahkan hasil yang baik. Kini orang-orang suku laut sudah mendapat tempat tinggal yang layak di daratan dan sudah memiliki agama yang sangat mereka yakini.
            Tapi hal-hal yang mereka nikmati tak membuat mereka ‘mengangkat dagu tinggi-tinggi’, sepeti kata Pak Katon “ya, biasa biasa aja lah ya, hanya kita anggap itu sama aja lah kita anggap, hanya dulu tidak diperhati pemerintah, jadi sekarang sudah kesana kemari jadi sudah ada nampaknya, sudah diperhatikan pemerintah, kalo dulu kan kita hanya di dalam terus, jadi pemerintah itu tidak tau masalahnya apa, orang suku laut ini apa”
                

berita 01_ Nama: Florensia Marselli Kidi_ NIM : 110388201036_ Kelas : D4



KPU, Masyarakat dan Mahasiswa Jalan Santai
Minggu 09/3, sebulan sebelum menjelang pemilu KPU (Komisi Pemilihan Umum) telah membuat acara yang berguna juga menyenangkan. Untuk mensukseskan pemilu 2014 yang akan dilaksanakan 09 april mendatang,  KPU membuat acara jalan santai bersama masyarakat juga mahasiswa.
Pagi sekitar pukul 06.00 WIB dengan semangat pagi yang segar Ketua KPU; Robby Patria bersama anggota KPU lainnya, masyarakat juga beberapa mahasiswa berkumpul di Terminal sungai Carang untuk melakukan senam pagi bersama. Setelah usai senam pagi, masih dengan semangat pagi, mereka beranjak dari terminal Sungai Carang (Terminal Bincen) menuju jalan batu 10 lalu kembali lagi ke Terminal Sungai Carang.
 Mentari pagi sudah tinggi tapi tak hanya itu saja acara yang ingin dilaksanakan, ada acara berikutnya yang tentunya harus dibuka dengan salam dan sepatah dua patah kata dari Ketua KPU Tanjungpinang. Dalam salam dan kata pembukanya, beliau mengatakan “kiranya senantiasa memakai kaos yang sudah dibagikan dan dipakai itu, sehingga diharapkan pesan yang tertulis di kaos itu dapat tersampaikan dengan baik” harap ketua KPU kita, yang juga menjadi dosen di Universitas Maritim Raja Ali Haji ini.
Tak tanggung-tanggung acara yang dilaksanakan oleh KPU, seusai jalan santai masih ada acara lainnya yang juga bernilai ‘merakyat’ yaitu acara doorprize berhadiah yang membuat masyarakat sabar menati keberuntungan mendapat beberapa hadiah yang disediakan seperti peralatan dapur, sepeda,  hingga kulkas. Tapi tak lupa pula hal yang penting yang ingin disampaikan dari semua rangkaian acara itu ialah cara mencoblos yang benar yang juga dijelaskan atau disosialisasikan kepada masyarakat di sela-sela acara kupon berhadiah/ doorprize tadi.